1
1

Pamole Beo, Bupati Kapuas Hulu: Kesempatan Generasi Muda Belajar Adat Istiadat dan Seni Budaya

Foto : Fransiskus Diaan, Bupati Kapuas Hulu

KAPUAS HULU, pena.co.id – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengikuti Gawai Dayak Pamole Beo, di Desa Ulak Paok, Kecamatan Embaloh Hulu, Kapuas Hulu, Senin (3/6/2024).

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyampaikan, Pamole Beo ini merupakan ungkapan syukur suka cita kepada Tuhan yang maha kuasa, atas segala berkat, rezeki yang kita dapatkan setahun yang telah berlalu.

“Pada zaman dulu rata-rata kita ini bertani, tetapi berbeda dengan zaman sekarang, bahwa tidak semuanya bertani atau berladang, tetapi ada juga yang profesi lain, baik itu PNS, Pedagang, Swasta, Anggota DPRD dan lainnya, ini kita bersyukur atas berkat dan rezeki yang kita terima, sekaligus juga kita berdoa agar setaun kedapan berjalan, kita juga selalu diberkati, diberikan rezeki yang berlimpah, selalu di berikan kesehatan, sehingga setahun itu kita bisa menjalankan dengan aman dan nyaman,” ujar Bupati.

Demikian juga, lanjut Bupati, di dalam Pamole Beo ini, tentu atas dasar suka cita kita, akan ada penampilan-penampilan, antraksi-antraksi dari orang tua, dari anak-anak muda yang akan menampilkan seni budaya kita.

“Ini yang saya harapkan, agar seni budaya kita ini selalu kita lestarikan, kita pertahankan, ini menjadi tugas dari pada para orang tua, ketua adat, temengung, agar seni budaya adat istiadat tidak punah, kita transferkan, kita bagikan ilmu kepada generasi-generasi muda kita, supaya mareka bisa juga cinta akan budaya leluhur kita,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata Bupati, dengan adanya kegiatan Gawai Dayak Pamole Beo ini, saya sangat senang, inilah kesempatan para orang tua, mentransferkan seluruh adat istiadat dan seni budaya kita, kepada generasi-generasi muda, agar adat istiadat kita tetap bertahan dan dilestarikan, sehingga kedepan sampai ke anak cucu kita, mareka masih melihat bahwa budaya adat kita masih tetap terjaga.

“Saya juga berharap didalam perayaan gawai Dayak Pamole Beo ini, agar tetap menjaga situasi dan kondisi, tetap terkendali, aman dan kondusif, walaupun didalam perayaan ini, kita menikmati minuman tradisional, baik itu beram, tuak dan sebagainya, agar kita tetap mengontrol diri terkhusus bagi anak muda kita, minum boleh karena ini merupakan bagian dari adat kita, tetapi jangan berlebihan,” tuntasnya.

Penulis : Rovi Andila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *