NUSANTARA, PENA.co.id – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa dirinya merasa terhormat menerima kunjungan Panglima Jilah (Pangalangok Jilah) bersama para tokoh adat Dayak di kawasan IKN, Kalimantan Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Basuki bersama rombongan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari berdiskusi mengenai pembangunan IKN, meninjau Istana Negara, hingga berjalan menyusuri kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis. Mereka juga turut melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan serta meninjau progres pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius.
Basuki menilai kunjungan ini memiliki makna yang sangat mendalam. Ia menegaskan bahwa masyarakat adat Dayak merupakan penjaga kearifan lokal yang telah ada jauh sebelum pembangunan IKN dimulai.
“Ini adalah kunjungan yang sangat bermakna bagi saya, karena di tangan merekalah kearifan tanah Kalimantan dijaga jauh sebelum IKN berdiri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan hidup masyarakat adat.
Menurutnya, kemajuan sejati tidak hanya diukur dari megahnya bangunan yang berdiri, melainkan dari bagaimana negara mampu menghormati dan merawat masyarakat yang telah lebih dulu mendiami wilayah tersebut.
Basuki menekankan pentingnya memastikan masyarakat adat tetap hidup dengan bermartabat, hak atas tanah dihormati, suara mereka didengar, serta kebudayaan mereka tetap tumbuh dan berkembang berdampingan dengan wajah baru ibu kota negara.
Pembangunan IKN sendiri terus menunjukkan progres signifikan, seiring dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan Nusantara sebagai ibu kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Foto : Instagram @BasukiHadimuljono


