KAPUAS HULU, PENA.co.id – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mengajak aparat penegak hukum untuk bergerak bersama melakukan razia terhadap kios-kios yang menjual bahan bakar minyak (BBM) dengan harga tinggi di wilayah Kapuas Hulu.
Ajakan tersebut disampaikan saat dirinya berada di kawasan Waterfront Siluk, Sabtu (14/3/2026). Menurutnya, pengawasan perlu diperketat agar masyarakat tidak dirugikan oleh praktik penjualan BBM dengan harga yang tidak wajar.
Pemerintah daerah, kata dia, akan menggandeng berbagai pihak seperti TNI, Polri, Kejaksaan Republik Indonesia, hingga Satuan Polisi Pamong Praja untuk turun langsung melakukan pengecekan di lapangan.
“Ini dalam rangka membantu masyarakat, agar harga tidak naik sangat luar biasa seperti itu,” ujar Fransiskus.
Ia menjelaskan, penjualan BBM di kios dengan harga sedikit lebih tinggi dari harga resmi masih dapat dimaklumi, mengingat adanya biaya distribusi. Namun, jika kenaikan terlalu tinggi, hal tersebut dinilai tidak wajar dan cenderung mengambil keuntungan berlebihan.
“Pertalite Rp12 ribu atau Rp13 ribu di kios itu masih wajar, tapi kalau sudah jauh di atas sampai Rp17 ribu itu namanya cari kaya,” tegasnya.
Fransiskus juga menyinggung antrean panjang di sejumlah SPBU yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir. Ia menyebut kondisi tersebut dipicu oleh isu stok BBM nasional yang disebut hanya tersisa sekitar 20 hari, sehingga memicu kepanikan masyarakat (panic buying) di berbagai daerah.
Namun demikian, pemerintah pusat telah memastikan ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman. Hal itu disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Sementara itu, pemerintah daerah bersama aparat akan memperketat pengawasan terhadap distribusi dan penjualan BBM di tingkat kios.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi masyarakat dari praktik spekulasi yang merugikan.

