Sekda Kapuas Hulu Terima Audiensi Konsultan GIZ

KAPUAS HULU, PENA.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau, S.H., M.Si., memimpin diskusi monitoring pelaksanaan proyek Sustainability and Value Added in Agricultural Supply Chains in Indonesia (SASCI+) di ruang kerjanya pada Kamis (15/01).

Pertemuan ini menghadirkan tim konsultan yang ditugaskan oleh lembaga kerja sama internasional Jerman (GIZ), yakni Lukas von Petersdoff, Simon Schuring, dan Ibnu Mundzir.

Turut hadir dalam diskusi tersebut jajaran dari Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas Hulu.

Diskusi ini bertujuan untuk menggali masukan (feedback) mendalam mengenai perjalanan proyek SASCI+ yang telah diimplementasikan di Bumi Uncak Kapuas sejak tahun 2021.

Fokus utama evaluasi meliputi tiga aspek krusial:

* Dampak: Manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dan sektor pertanian.

* Koherensi: Keselarasan program dengan kebijakan pemerintah daerah.

* Kontribusi: Sejauh mana proyek mendukung visi pembangunan berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, Sekda Ambrosius Sadau menekankan pentingnya sinkronisasi antara peningkatan nilai tambah rantai pasok pertanian dengan status Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2018, UNESCO telah menetapkan wilayah ini sebagai Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum.

Oleh karena itu, setiap intervensi ekonomi, termasuk melalui proyek SASCI+, harus mampu menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan pelestarian ekosistem.

“Sebagai kabupaten konservasi dan cagar biosfer, kami memerlukan model pembangunan yang tidak hanya menggenjot produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan. Masukan dari monitoring ini akan menjadi pijakan penting bagi keberlanjutan kerja sama ke depan,” ujar Sekda.

Sekda Ambrosius Sadau, juga menyatakan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap implementasi proyek SASCI+.

Perwakilan konsultan GIZ menjelaskan bahwa monitoring ini diharapkan dapat memetakan sejauh mana para petani lokal telah berhasil mendapatkan nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan melalui rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara Pemkab Kapuas Hulu dan GIZ untuk terus memperkuat koordinasi teknis di lapangan agar hasil dari proyek SASCI+ dapat terintegrasi sepenuhnya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *